1.1.A.5 REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA SEBAGAI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN BARU DALAM PEMBELAJARAN
Refleksi
pemikiran Ki Hadjar Dewantara sebagai pengetahuan dan pengalaman baru dalam
pembelajaran
1. apa
pengetahuan dan pengalaman baru yang saya dapat setelah mempelajari secara
mendalam pemikiran-pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
Pandangan filosofis pendidikan Ki Hajar
Dewantara adalah bahwa seorang anak dilahirkan bagaikan selembar kertas putih
yang sudah tertulis penuh, dijelaskan bahwa tulisan-tulisan tadi merupakan
tulisan yang suram atau kabur, belum nyata. Menurut pandangan ini dikatakan
bahwa Pendidikan itu berkewajiban dan
berkuasa menebalkan segala tulisan yang suram berisi hal baik. Agar kelak
nampak sebagai budi pekerti yang baik. Segala tulisan jahat hendaknya jagan
diabaikan jangan sampai menebal dan makin nampak. Jika semula kita percaya
bahwa potensi dan kepribadian anak seutuhnya karena pengaruh lingkungan di
sekitar anak, melalui pandangan filosofi Ki Hajar Dewantara kita akan memahami
bahwa setiap anak pada dasarnya telah
memiliki kepribadian dan potensi sejak lahir, kita sebagai pendidik hanya mampu
mengarahkan potensinya semerdeka mungkin agar mampu berkembang dan berguna
untuk dirinya juga masyarakat. Kita sebagai pendidik juga hendaknya mampu
memahami bahwa setiap anak memiliki tabiat asli, tabiat asli itu mampu
menguasai diri jika tidak dibimbing, dididik dan dibiasakan sejak dini.
2. apa kekuatan saya dalam menerapkan pengetahuan dan pengalaman
baru ini?
semangat dalam diri untuk mengubah wajah
pendidikan di indonesia ke arah yang lebih baik lagi agar anak-nak indonesia
dapat mengembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliknya denga mengacu
pada kodrat alam dan kodrat zaman.
3. apa hal-hal yang perlu saya ubah dari diri saya agar dapat
menerapkan pengetahuan dan pengalaman baru ini?
mengutamakan pendidikan budi pekerti/ karakter
dalam pembelajaran. Dengan mempertajam kompetensi sikap spiritual dan sosial
dalam pembelajaran.
Melaksanakan kegiatan pembelajaran yang
menyenangkan dengan memanfaatkan prinsip kebudayaan dalam menciptakan profil
pelajar pancasila
4. apa perubahan konkret yang akan saya lakukan setelah memahami
pemikiran Ki Hadjar Dewantara?
a.
Memberikan ruang kepada peserta didik untuk mengenali jati dirinya sebagai
makhluk Tuhan yang memiliki potensi beragam. Potensi tersebut dapat diarahkan
melalui kegiatan intrakurikuler (Pendidikan Agama, PPKN dll). intrakurikuler
(berkunjung ke tempat edukasi, pembiasaan-pembiasaan baik, dll) dan ekstrakurikuler (Pramuka, Seni, Kegiatan
keagamaan dll)
b.
Berkaitan dengan Budi pekerti (olah cipta, rasa, karsa dan karya) hendaknya
kita mampu mendesain pembelajaran secara holistik sebagai sebuah pendidikan
yang menajamkan pikiran (Cipta), menghaluskan perasaan (rasa) dan memperkuat
kemauan (Karsa) menjadi sebuah Karya yang bermanfaat dalam masyarakat.
Karenanya, sudah barang tentu dimulai dari tahap perencanaan, pelaksanaan
hingga penilaian pun dilakukan secara integratif dan menyeluruh. Hal ini juga
sesuai dengan kurikulum 2013 melalui pelaksanaan 4 Kompetensi inti yang
meliputi kompetensi spiritual, sosial, pengetahuan dan keterampilan.
c.
Menerapkan kegiatan pembelajaran berkelompok (cooperative learning). Melalui
kegiatan belajar berkelompok, siswa belajar untuk saling menghargai, toleran,
gotong royong, peduli terhadap lingkungan sekitar, dimana ini merupakan hal
baik yang harus dimunculkan pembelajaran di sekolah. Guru tentunya menuntun
atau memfasilitasi agar iklim pembelajaran di sekolah lebih berorientasi pada
kolaborasi, bukan kompetisi sehingga menunjang proses dan keberhasilan sesama.
d. Menjunjung nilai agama dan moralitas. Pendidikan di sekolah haruslah memupuk nilai keimanan, nilai moral dan kejujuran. Agama dan moralitas tidak bisa dipisahkan karena kesempurnaan manusia terwujud jika ia telah memenuhi kewajiban moralnya sesuai martabat kemanusiaan juga telah menuanaikan kewajibannya sebagai makhluk dari Sang Pencipta.
Tidak ada komentar untuk "1.1.A.5 REFLEKSI PEMIKIRAN KI HADJAR DEWANTARA SEBAGAI PENGETAHUAN DAN PENGALAMAN BARU DALAM PEMBELAJARAN"